"Nasi Goreng Transfer Emas: Sunah Nabi di Zaman Digital"

"Nasi Goreng Transfer Emas: Sunah Nabi di Zaman Digital"

Pak Jaya, pedagang nasi goreng keliling, punya cara unik dalam berdagang. Selain menerima uang tunai, ia selalu bilang, "Mau lebih berkah? Bayar pakai emas aja!"

Suatu malam, Roni, pelanggan setianya, lupa bawa dompet. “Pak, saya nggak ada uang tunai. Tapi ada saldo emas di ShariaCoin. Bisa transfer aja?”

Pak Jaya tersenyum. “Boleh! Transfer aja setara harga satu porsi.”

Roni langsung buka aplikasi ShariaCoin, pilih fitur Transfer Emas, lalu kirim 0,05 gram emas ke akun Pak Jaya. Tak sampai semenit, Pak Jaya menerima notifikasi. “Wah, keren! Emasnya langsung masuk!”

Sejak saat itu, metode bayar pakai transfer emas di ShariaCoin jadi tren. Kampung mereka pun viral sebagai "Kampung Transfer Emas".

Pak Jaya senang bukan hanya karena dagangannya laris, tapi juga karena mengikuti sunah Nabi Muhammad ﷺ. Beliau pernah bersabda:

"Sebaik-baik usaha adalah usaha seseorang dengan tangannya sendiri dan setiap jual beli yang mabrur." (HR. Ahmad, no. 14994)

Pak Jaya percaya bahwa berdagang dengan jujur dan adil mendatangkan keberkahan. Ia selalu memastikan timbangan pas, harga wajar, dan transaksi sesuai syariah. Bahkan ia sering mengingatkan pelanggannya, “Jangan sampai saldo emas habis gara-gara kebanyakan beli nasi goreng!”

Suatu hari, seorang pelanggan bertanya, “Pak, kenapa lebih suka emas daripada uang biasa?”

Pak Jaya tersenyum sambil mengutip hadis:

"Emas dengan emas, perak dengan perak, harus sama dan tunai. Jika berbeda jenis, juallah sekehendak kalian asalkan tunai." (HR. Muslim, no. 1587)

Artinya, emas punya nilai stabil dan sesuai dengan prinsip jual beli dalam Islam.

Lama-lama, para pedagang lain ikut menerima pembayaran via ShariaCoin. Kampung mereka berubah menjadi pusat transaksi emas digital, membuktikan bahwa berdagang dengan cara modern tetap bisa mengikuti ajaran Nabi.

Pak Jaya pun diundang ke seminar fintech syariah. Saat ditanya bagaimana ia bisa mengedukasi masyarakat soal investasi emas, jawabannya simpel:

"Berdagang itu sunah, emas itu berkah. Yang penting, tetap jujur dan jangan lupa sedekah!"

Diawasi, Terdaftar, dan Tersertifikasi

BAPPEBTI - Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Terdaftar BAPPEBTI
ICDX - Indonesia Commodity and Derivatives Exchange Member ICDX
ISO 27001:2022 Certified ISO 27001:2022
Terdaftar PSE Kominfo Terdaftar PSE
Butuh bantuan?